Pagi itu bertepatan pada hari Senin 6 Januari 2018 para warga penggarap tambak, seniman, dan beberapa elemen organisasi sedang melaksanakan laku budaya tambak gugat. Laku budaya tersebut dimulai dari Kampung Tanggungrejo menuju tambak yang dijadikan area disposal proyek banjir kanal timur yang terletak di Terboyo Kulon Kecamatan Genuk Kota Semarang.
Laku budaya tersebut untuk memasang sepanduk status quo dengan tiga tuntutan untuk menghormati upaya hukum. Untuk menghormati upaya tersebut maka diatas obyek sengketa harus disterilkan atau tidak lagi ada aktifitas sampai pada adanya putusan yang berkekuatan hukum. Tiga tuntutan tersebut yakni pertama, menghormati dan tunduk kepada hukum yang dilakukan petani tambak yang telah terregister di Pengadilan Negeri Semarang dengan nomor: 328/Pdt.G/2018/PN/.SMG tertanggal 3 Agustus 2018. Kedua, Demi adanya kepastian hukum terhadap perbedaan persepsi antar Walikota dengan kami serta menghindarkan terjadinya kesenjangan, konflik, dan ketegangan sosial maka kesewenangan harus dihapuskan sebagaimana tragedi 23 Juli 2018. Ketiga, Membuka ruang dialog dan partisipatif publik seluas-luasnya dalam penyelenggarakaan negara.
Itu soal tuntutan, namun tuntutan bisa menjadi tuntunan sebagaimana laku budaya yang dilakukan seniman. Saat seniman berdialog dengan ikan bandeng, terjadi kesepakatan untuk membuka wisata bahari atau kalau perlu wisata lumpur di area disposal. Seniman itupun melaksanakan kehendak ikan bandeng, lalu sang seniman bermain performance art membuka lahan yang akan dijadikan tempat wisata dengan beragam fasilitasnya.
Setelah dibukanya lahan dengan melakukan ritual mandi lumpur, ternyata setelah dikaji secara tidak ilmiah mandi lumpur disposal bisa menjadi terapi kesehatan. Inilah mandi sauna, kalau dulu kita menyebutkan mandi air panas, kini kita menyebutnya dengan mandi lumpur berasal dari sumber lumpur disposal sungai banjir kanal timur.
Terapi kesehatan mandi lumpur dapat menghilangkan rasa capek, badan terasa sejuk dan dingin. Berbahan lumpur alami dapat dijadikan luluran yang bermanfaat untuk menghaluskan kulit dan dapat menghilangkan jerawat. Bahkan sangat baik untuk relaksasi karena tempat ini sangat jauh dari keramaian dengan pemandangan yang sangat eksotis.
Selengkapnya saksikan video dibawah ini:
Laku budaya tersebut untuk memasang sepanduk status quo dengan tiga tuntutan untuk menghormati upaya hukum. Untuk menghormati upaya tersebut maka diatas obyek sengketa harus disterilkan atau tidak lagi ada aktifitas sampai pada adanya putusan yang berkekuatan hukum. Tiga tuntutan tersebut yakni pertama, menghormati dan tunduk kepada hukum yang dilakukan petani tambak yang telah terregister di Pengadilan Negeri Semarang dengan nomor: 328/Pdt.G/2018/PN/.SMG tertanggal 3 Agustus 2018. Kedua, Demi adanya kepastian hukum terhadap perbedaan persepsi antar Walikota dengan kami serta menghindarkan terjadinya kesenjangan, konflik, dan ketegangan sosial maka kesewenangan harus dihapuskan sebagaimana tragedi 23 Juli 2018. Ketiga, Membuka ruang dialog dan partisipatif publik seluas-luasnya dalam penyelenggarakaan negara.
Itu soal tuntutan, namun tuntutan bisa menjadi tuntunan sebagaimana laku budaya yang dilakukan seniman. Saat seniman berdialog dengan ikan bandeng, terjadi kesepakatan untuk membuka wisata bahari atau kalau perlu wisata lumpur di area disposal. Seniman itupun melaksanakan kehendak ikan bandeng, lalu sang seniman bermain performance art membuka lahan yang akan dijadikan tempat wisata dengan beragam fasilitasnya.
Setelah dibukanya lahan dengan melakukan ritual mandi lumpur, ternyata setelah dikaji secara tidak ilmiah mandi lumpur disposal bisa menjadi terapi kesehatan. Inilah mandi sauna, kalau dulu kita menyebutkan mandi air panas, kini kita menyebutnya dengan mandi lumpur berasal dari sumber lumpur disposal sungai banjir kanal timur.
Terapi kesehatan mandi lumpur dapat menghilangkan rasa capek, badan terasa sejuk dan dingin. Berbahan lumpur alami dapat dijadikan luluran yang bermanfaat untuk menghaluskan kulit dan dapat menghilangkan jerawat. Bahkan sangat baik untuk relaksasi karena tempat ini sangat jauh dari keramaian dengan pemandangan yang sangat eksotis.
Selengkapnya saksikan video dibawah ini:


0 Comments