Ratusan
petugas Satpol PP Kota Semarang berseragam, bersenjata lengkap, dan ditemani
dua anjing melakukan eksekusi lahan tambak yang terletak di Kelurahan Terboyo
Kulon, Kecamatan Genuk. Pemilik tambak, warga, seniman, dan kelompok yang
tergabung dalam Masyarakat Anti Kekerasan Negara (MAKNA) sempat menghadang
eksekusi yang dilakukan Satpol PP, sempat terjadi kericuhan namun dapat
diatasi. Eksekusi tersebut dilakukan lantaran tambak akan dijadikan area
pembuangan atau disposal tanah sedimentasi proyek Sungai Banjir Kanal Timur
(BKT).
Teha Edy
Djohar salah satu warga pemilik tambak menyesalkan upaya paksa yang dilakukan
oleh Pemerintah Kota Semarang dengan mengerahkan kekuatan negara, di antaranya
personil TNI, Polri, seta Satpol PP. Padahal sebelumnya, pihaknya telah melayangkan
surat audiensi sampai dua kali namun tidak ada tanggapan. Bahkan kami menggelar
teaterikal dengan mendatangi kantor Wali Kota Semarang, akan tetapi Wali Kota
tidak menemui warganya.
“Tambak memiliki
kontribusi besar bagi masyarakat, telah banyak menghidupi warga. Jika tambak
produktif tersebut langsung diurug, maka akan berdampak pada kelangsungan
hidup warga yang bergantung pada hasil tambak,” tuturnya
Sementara
itu Koordinator MAKNA Kelana Siwi mengatakan kami ingin mengupayakan relasi
hubungan pemerintah dengan rakyatnya, melalui dialog dan komunikasi yang baik. Akan
tetapi upaya kami tidak digubris.
Namun Tuhan berkehendak lain, sejak
eksekusi lahan tambak tersebut warga, seniman, dan MAKNA mampu melakukan inovasi baru
dalam bidang kuliner Semarang. Inovasi kuliner ini perlu dihargai atau bahkan dipatenkan dan menjadi makanan
khas kota Semarang yang layak dibuat oleh-oleh bagi para wisatawan lokal maupun mancanegara.
Berikut ini
hasil inovasi kuliner Semarangan yang dihasilkan dari penggurukan tambak
produktif:
1. Bandeng
Urug
Terbuat dari
limbah plastik yang tercecer dari muntahan Sungai Banjir Kanal Timur. Bandeng
ini hidup di tanah dan makannya berupa biji-bijian dari kerikil dan pasir.
2. Garang
Lumpur
Makanan berisi tanah, sedangkan tanah yang dipakai adalah tanah kampung asli dari
kerukan Sungai Banjir Kanal Timur, dengan kuah santan lumpur comberan dan air
kencing.
3. Lumpur
Gimbal
Dari namanya
saja beraroma wangi bahwa Lumpur Gimbal adalah olahan dari lumpur dan gimbal
dalam penyajiannya.
4. Roti
Ganjel Tambak
Roti jenis
ini tingkat produksinya sangat rendah, karena bahan bakunya sangat sulit dicari
yakni berupa tambak-tambak produktif.
5. Es Kepal
Disposal
Pembuatannya
membutuhkan ketelitian dan kecermatan, olahan perpaduan antara air, lumpur, dan
bumbu-bumbu limbah manusia. Sehingga dapat menghasilkan cita rasa minuman yang
berkualitas. Akan tetapi Es Kepal Disposal tidak baik untuk anak-anak, karena
ada efek sampingnya yakni akan muntah-muntah dan bahkan memabukan. (Lukni)







0 Comments